Senin, 11 November 2013

Grace Oktavia: Pengertian IT

Grace Oktavia: Pengertian IT: Pengertian dan Definisi IT   IT atau information technology yang dalam bahasa Indonesia dikenal dengan teknologi informasi memang s...

Jumat, 25 Oktober 2013

KTI



Dampak Penggunaan LCD terhadap Proses Belajar Mengajar di Kelas XII IPA 1 SMA Negeri 1 Palopo













DISUSUN OLEH

NAMA : GRACE OKTAVIA
KELAS : XII IPA 1
SMA NEGERI 1 PALOPO



HALAMAN PENGESAHAN


Karya Ilmiah ini diajukan sebagai salah satu syarat bidang studi Bahasa Indonesia untuk mengikuti Ujian Semester 5 (ganjil) tahun pembelajaran 2012/2013 yang mengacu pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), guna meningkatkan mutu pendidikan yang telah diterima dan disahkan oleh :

Palopo, 28 Februari 2013
Wali Kelas XII IA 1                                                     Pembimbing


Drs. H. BAHARUDDIN, M. Pd                                            Drs. SAMAL, M.Pd
NIP:19620804 198703 1 015                                    NIP: 1964 1231 199303 1 115


Mengetahui,
Kepala SMA Negeri 1 Palopo

Drs. M. Jaya, M.Si
NIP : 19561222 198403 1 009





DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL............................................................................................ i
HALAMAN PENGESAHAAN.......................................................................... ii
KATA PENGANTAR.......................................................................................... iii
DAFTAR ISI ....................................................................................................... iv
BAB I PENDAHULUAN................................................................................... 1
A.    Latar Belakang.......................................................................................... 1
B.     Rumusan Masalah..................................................................................... 1
C.     Tujuan........................................................................................................ 2
D.    Manfaat Penelitian.................................................................................... 2
E.     Ruang Lingkup/Pembatasan Masalah....................................................... 3
BAB II KAJIAN PUSTAKA
A.    Analitis Teoretis........................................................................................ 5
1.      Media Pembelajaran
2.      Pengertian Belajar............................................................................... 13
3.      Pengertian Mengajar............................................................................ 14
4.      LCD.................................................................................................... 15
5.      Permukaan Layar Proyeksi LCD......................................................... 16
6.      Cara Kerja LCD.................................................................................. 17
7.      Hipotesis Penelitian atau Tindakan..................................................... 17

BAB III METODE PENELITIAN

A.    Tempat dan Waktu Penelitian................................................................... 24
B.     Variabel Penelitian....................................................................................
C.     Teknik Pengumpulan Data........................................................................ 21
BAB IV
A.    Hasil Penelitian.......................................................................................... 20

BAB V
A.    Kesimpulan................................................................................................ 24
B.     Saran.......................................................................................................... 25
C.      
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................... 26
RIWAYAT PENULIS......................................................................................... 27





















KATA PENGANTAR

            Puji syukur dipanjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Pemurah, atas segala limpahan kasih dan karunia-Nya, sehingga Karya Tulis Ilmiah  dengan judul “Dampak Penggunaan LCD terhadap Proses Belajar Mengajar di Kelas XII IPA 1 SMA Negeri 1 Palopo”.
Skripsi ini dapat terwujud dengan baik berkat uluran tangan dari berbagai pihak, teristimewa pembimbing. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya dan penghargaan yang setinggi tingginya
kepada:
1.        Drs. Muh Jaya M.Si selaku kepala sekolah SMA negeri 1 Palopo yang telah memberikan izin kepada penyusun atas penulisan Karya Tulis Ilmiah ini.
2.        Drs. Samal M.M.Pd selaku guru pembimbing bahasa Indonesia yang telah membantu penyusun berupa bimbingan dan motivasi dalam penyusunan karya tulis ilmiah ini.
3.        Kedua orang tua saya yang telah mengasuh dan mendidik  saya serta memberikan motivasi, dorongan serta pengorbanan materil.
4.        Teman-teman khususnya kelas XII IA1  yang telah memberikan dukungan moril dan saran-saran terhadap penyusunan karya tulis ilmiah ini.
5.        Pihak-pihak lain yang tak dapat penyusun sebutkan satu per satu, yang telah membantu selama penyusunan karya tulis ilmiah ini.
Penulis menyadari sepenuh hati, bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna. Oleh sebab itu, kritik yang membangun akan diterima dengan senang hati untuk perbaikan lebih lanjut. Semoga karya tulis ilmiah ini bermanfaat bagi dunia pendidikan.



Palopo, 28 Februari 2013

Penulis


BAB 1
PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang
Proses belajar mengajar pada hakekatnya adalah proses komunikasi, yaitu proses penyampaian pesan dari sumber pesan melalui saluran. Pesan berupa isi ajaran dan didikan yang ada dikurikulum dituangkan oleh guru atau sumber lain ke dalam simbol-simbol komunikasi berupa simbol verbal maupun non verbal.
Menurut Sanjdjaja (1999) dalam Marbun (2010), penggunaan media pada tahap awal proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi, dan rangsangan untuk belajar serta memberikan pengaruh psikologis terhadap siswa. Dengan media, kerumitan bahan yang akan disampaikan dapat disederhanakan.
Kehadiran media pembelajaran mempunyai arti dan makna yang cukup penting dalam proses belajar mengajar. Karena dalam kegiatan tersebut ketidakjelasan bahan yang disampaikan dapat dibantu dengan menghadirkan media sebagai perantara. Kerumitan bahan yang akan disampaikan kepada peserta didik dapat disederhanakan dengan bantuan media. Media dapat mewakili apa yang kurang mampu guru ucapkan melalui kata atau kalimat tertentu. Bahkan keabstrakan bahan dapat dikonkritkan dengan kehadiran media. Dengan demikian, peserta didik akan lebih mudah menerima bahan daripada tanpa antuan media.
Dewasa ini orang semakin sadar dan merasakan akan pentingnya media dalam rangka membantu dalam proses pembelajaran. Ini karena pada hakikatnya proses belajar adalah poses komunikasi. Proses komunikasi (proses penyampaian pesan) harus diciptakan atau diwujudkan melalui kegiatan penyampaian dan tukar-menukar pesan atau informasi oleh setiap guru dan siswa. Pesan atau informasi dapat berupa pengetahuan, keahlian, skill, ide, pengalaman dan sebagainya. Melalui proses komunikasi, pesan atau informasi dapat diserap atau dihayati orang lain. Tetapi kenyataan dilapangan menunjukkan bahwa proses komunikasi dalam pembelajaran sering terjadi penyimpangan-penyimpangan yang disebabkan oleh kecenderungan verbalisme, ketidaksiapan siswa, kurang menarik perhatian dan sebagainya. Agar tidak terjadi penyimpangan-penyimpangan dalam proses komunikasi perlu digunakan sarana yang membantu proses komunikasi yang disebut media.
Penggunaan media dalam proses belajar mengajar dapat membantu kelancaran, efektifitas dan efisiensi pencapaian tujuan pembelajaran. Media merupakan salah satu komponen yang tidak bisa diabaikan dalam mengembangkan sistem pembelajaran yang sukses. Bahkan pelajaran yang dimanipulasikan dalam bentuk media pembelajaran dapat menjadikan siswa belajar sambil  bermain dan bekerja. Dengan menggunakan suatu media dalam belajar akan lebih menyenangkan siswa dan sudah tentu pembelajaran akan benar-benar bermakna. Salah satu alasan dalam digunakannya media dalam proses belajar mengajar adalah berkenan denga taraf berfikir siswa. Taraf berfikir manusia mengikuti taraf perkembangan, dimulai dari taraf berfikir konkrit menjadi abstrak, dimulai dari berfikir sederhana ke komplek. Pengguanaan media pembelajaran erat kaitannya dengan tahapan berfikir tersebut. Karena dengan media, hal-hal yang abstarak dapat dikonkritkan dan hal-hal yang komplek dapat disederhanakan.
Daya serap siswa terhadap kalimat yang guru sampaikan relatif kecil, karena siswa hanya dapat menggunakan indera pendengaran (audio), bukan penglihatan (visual). Selain itu juga karena penguasaan yang relatif belum banyak. Sebuah penelitian menemukan bahwa pengetahuan seseorang melalui penglihatan 83% lebih besar dari pada 11% melalui pendengaran. Sedangkan kemampun daya ingat sebesar 50% dari penglihatan dan 20% dari pendengaran.
Oleh karena itu dibutuhkan suatu media yang dapat membantu proses belajar mengajar dikelas. Media yang dimaksudkan adalah LCD.
Penggunaan LCD telah diterapkan di semua kelas di SMA Negeri 1 Palopo. Dampak yang ditimbulkan memiliki pengaruh yang besar terhadap kelancaran proses belajar mengajar.
Berdasarkan permasalahan di atas, penulis tertarik melakuakan penelitian tentang Dampak Penggunaan LCD Terhadap Proses Belajar Mengajar di Kelas XII IPA 1 SMA Negeri 1 Palopo.

B.   Rumusan Masalah
1.      Apakah dampak yang ditimbulkan dari penggunaan LCD terhadap proses belajar mengajar di kelas XII IPA 1 SMA Negeri 1 Palopo?

C.   Tujuan Penelitian
1.      Mengetahui dampak yang ditimbulkan dari pengguanaan LCD terhadap proses belajar mengajar di kelas SMA Negeri 1 Palopo

D.   Manfaat Penelitan
1. Manfaat praktis.
Manfaat praktis penelitian ini adalah:
a. Mengetahui dampak penggunaan LCD terhadap proses belajar-mengajar di SMA     Negeri 1 Palopo.
 b. Memberikan informasi tambah bagi guru sebagai pengajar dalam
    usahanya melaksanakan proses belajar mengajar.
2. Manfaat teoritis
    Manfaat teoritis penelitian ini adalah :
     a. Menambah kajian studi pengembangan media pembelajaran dengan
         memanfaatkan  LCD bagi pembelajaran di SMA Negeri 1 Palopo.
b. Dapat digunakan sebagai literatur pembanding dalam pelaksanaan penelitian yang relevan di masa yang akan datang.

E.     Ruang Lingkup/Pembatasan Maslah
Dalam karya ilmiah ini ini terdapat batasan permasalahan yang akan dipaparkan guna menghindari terjadinya perluasan masalah, yaitu sebagai berikut:
ü  Dampak penggunaan LCD terhadap proses belajar mengajar di kelas XII IPA 1 Palopo
ü  Dampak positif dan negatif yang ditimbulkan dari penggunaan  LCD.




BAB II
KAJIAN PUSTAKA


A.   Analisis Teoritis

1.     Media Pembelajaran
Penggunaan media sudah banyak dilakukan oleh para pendidik
sebagai alat bantu untuk menjelaskan suatu pelajaran atau permasalahan
kepada anak didik dalam proses pembelajaran. Penggunaan media juga
dapat menumbuhkan ketertarikan siswa untuk memahami mata pelajaran
yang sedang diajarkan. Dari ketertarikan ini diharapkan media juga
membangkitkan motivasi belajar siswa, sehingga siswa dapat mengerti
atau memahami suatu pelajaran dengan mudah dalam proses belajar mengajar.
                        Menurut Azhar Arsyad (2003:3), media adalah alat yang
menyampaikan atau mengantarkan pesan-pesan pengajaran. Media
pembelajaran adalah seperangkat alat bantu atau pelengkap yang
digunakan oleh guru atau pendidik dalam rangka berkomunikasi dengan
siswa atau siswa.
Menurut Arief S. Sadiman (2003: 16) media pendidikan
mempunyai kegunaan-kegunaan sebagai berikut :
a. Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis
   (dalam bentuk bentuk kata-kata tertulis atau lisan berlaka)
b. Mengantasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera seperti
    misalnya :
    1) Objek yang terlalu besar bisa digantikan dengan realita, gambar,
        film bingkai, film, atau model
    2) Objek yang kecil dibantu dengan proyektor mikro, film bingkai,
        film, atau gambar
    3) Gerak yang terlalu lambat atau terlalu cepat, dapat dibantu dengan
        timelapse atau high-speed photography
    4) Kejadian atau peristiwa yang terjadi di masa lalu bisa ditampilkan
        Lagi lewat rekaman film, video, film bingkai, foto maupun secara verbal
    5) Objek yang terlalu kompleks (misal mesin-mesin) dapat disajikan
        dengan model, diagram, dan lain-lain
    6) Konsep yang terlalu luas (gunung berapi, gempa bumi, iklim, dan
         lain-lain) dapat divisualkan dalalm bentuk film, film bingkai,
         gambar, dan lain-lain.
c. Dengan menggunakan media pendidikan secara tepat dan bervariasi
    dapat diatasi sikap pasif anak didik. Dalam hal ini media pendidikan
                             berguna untuk :
   1) Menimbulkan kegairahan belajar
   2) Emungkinkan interaksi yang lebih langsung antara anak didik
dengan lingkungan dan kenyataan
3) Memungkinkan anak didik belajar sendiri-sendiri menurut
kemampuan dan minatnya
d. Dengan sifat yang unik pada tiap siswa ditambah lagi dengan
    lingkungan dan pengalaman yang berbeda, sedang kurikulum dan
materi pendidikan ditentukan sama untuk setiapsswa, maka guru akan mengalami kesulitan bilamana semuanya itu harus diatasi sendiri. Apalagi bila latar-belakang lingkungan guru dengan siswa juga berbeda. Masalah ini dapat diantisipasi dengan media pendidikan,
yaitu dengan kemampuannya dalam :
1) Memberikan perangsang yang sama
2) Mempersamakan pengalaman
3) Menimbulkan persepsi yang sama
Perhatikan gambar berikut ini :


Abstrak
Konkret
  

Gambar 1. Kerucut Pengalaman Edgar Dale


Edgar Dale dalam Arief S. Sadiman (2003: 8) mengklasifikasi pengalaman menurut tingkat diri yang paling kongkret ke yang paling abstrak. Klasifikasi tersebut kemudian dikenal dengan nama kerucut pengalaman Cone of Experience dari Edgar Dale, dan sejak saat itu dikenal secara luas dalam menentukan alat bantu apa yang paling sesuai untuk pengalaman belajar tertentu. Hasil belajar seseorang diperoleh mulai dari pengalaman lapangan (kongkret), kenyataan yang ada di lingkungan kehidupan seseorang kemudian melalui benda tiruan, sampai kepada lambang verbal (abstrak). Semakin ke atas di puncak kerucut semakin abstrak media penyampaian pesan itu. Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran sebagai alat bantu mengajar yang baik harus bisa memberikan pemahaman lebih konkret kepada siswa, dengan cara pemahaman berupa penggabungan berbagai indera yang dimiliki oleh siswa, sehingga siswa lebih banyak menyerap materi yang disampaikan lewat media tersebut.
Menurut Sudjana dan Rivai dalam Azhar Arsyad (2006: 24-25),
manfaat media pembelajaran dalam proses belajar siswa adalah:
a. Pengajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat
    menumbuhkan motivasi belajar.
b. Bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih
    dipahami oleh siswa dan memungkinkannya menguasai dan mencapai
     tujuan pengajaran.
c. Metode mengajar akan lebih bervariasi, tidak semata-mata komunikasi
     verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru, sehingga siswa tidak bosan dan guru tidak kehabisan tenaga apabila kalau guru mengajar pada setiap jam pelajaran.
d. Siswa dapat lebih banyak melakukan kegiatan belajar sebab tidak
     hanya mendengarkan uraian guru, tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati,           melakukan, mendemonstrasikan, memerankan, dan lainlain.
Arief S. Sadiman (2003: 16) memberikan pendapatnya mengenai
kegunaan media pendidikan, yaitu:
 (1) memperjelas penyajian pesan agar
       tidak terlalu verbal,
(2) mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya
      indera,
 (3) mengatasi sikap pasif anak didik, (4) mengatasi perbedaan
                   pengalaman dan latar belakang yang terdapat pada anak didik.
Menurut John M. Lennon yang dikutip dalam Latuheru (1988: 22),
mengemukakan lima fungsi media pembelajaran, yaitu:
a. media pembelajaran berguna untuk menarik minat siswa terhadap
    materi pengajaran yang disajikan.
b. media pembelajaran berguna dalam hal meningkatkan pengertian anak
    didik terhadap materi pengajaran yang disajikan.
c. media pembelajaran mampu memberikan/menyajikan data yang kuat
    dan terpercaya tentang sesuatu hal atau kejadian.
d. media pembelajaran berguna untuk menguatkan suatu informasi.
e. dengan menggunakan media pembelajaran, memudahkan dalam hal
    pengumpulan dan pengolahan data.
Berdasarkan beberapa keterangan di atas maka dapat disimpulkan
mengenai manfaat media dalam pembelajaran yaitu:
(1) dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat meningkatkan   kualitas proses dan hasil belajar,
(2) menarik minat siswa sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar,
 (3) dapat mengatasi keterbatasan indera, ruang dan waktu,
 (4) dapat memberikan kesamaan pengalaman dan persepsi kepada siswa,
(5) pembelajaran akan lebih menarik didukung media pembelajaran yang inetraktif dan edukatif, sehingga terjadi komunikasi dua arah antara guru dan siswa.

2.     Pengertian Belajar
      Belajar merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan siswa misalnya membaca, mengamati, mendengarkan, dan meniru. Dalam arti luas, belajar dapat diartikan sebagai kegiatan psiko-fisik menuju perkembangan pribadi seutuhnya. Belajar dalam arti sempit diartikan sebagai usaha menguasai ilmu pengetahuan (Sardiman, 2001).
Menurut Sanjaya (2006), bahwa belajar adalah proses berpikir. Belajar berpikir menekankan kepada proses mencari dan menemukan pengetahuan melalui interaksi antara individu dengan lingkungan. Dalam pembelajaran berpikir proses pendidikan di sekolah tidak hanya menekankan kepada akumulasi pengetahuan meteri pelajaran, tetapi yang diutamakan adalah kemampuan siswa untuk memperoleh pengetahuannya sendiri.
Menurut Sanjaya (2006), belajar adalah proses yang terus-menerus, yang tidak pernah berhenti dan tidak terbatas pada dinding kelas. Prinsip belajar ini sejalan dengan empat pilar pendidikan universal yang dirumuskan UNESCO (1996), yaitu (i) learning know atau learning to learn bahwa belajar itu pada dasarnya tidak hanya berorientasi kepada hasil belajar, tetapi juga berorientasi kepada proses belajar,
(ii) learning to do bahwa belajar itu bukan hanya sekedar mendengar den melihat dengan tujuan akumulasi pengetahuan, tetapi belajar untuk berbuat dengan tujuan akhir penguasaan kompetensi. Learning to do juga berarti proses pembelajaran yang berorientasi kepada pengalaman manakala anak diberi kesempatan untuk melakukan sesuatu, (iii) learning to be bahwa belajar adalah membentuk manusia yang “menjadi dirinya sendiri”, dan (iv) learning to live together adalah belajar untuk bekerja sama.
Menurut Abdullah (1990), mengemukakan bahwa belajar adalah suatu proses dimana terdapat perubahan sebagai hasil dari berbagai perubahan pada berbagai aspek pengetahuan, aspek pemahaman, aspek sikap, kecakapan, kemampuan, serta aspek-aspek lainnya yang ada pada individu yang belajar. Belajar pada hakekatnya berhubungan dengan perubahan tingkah laku pada seseorang yang kemudian perubahan tersebut menjadi miliknya. Perubahan yang dialami tersebut, menyebabkan seseorang mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Hal ini sejalan dengan pendapat Hamalik (2001), bahwa belajar adalah suatu bentuk perubahan atau perubahan dalam diri seseorang dinyatakan dengan cara bertingkah laku yang baru berkat pengalaman dan latihan.
      Beberapa definisi dari belajar maka disimpulkan sebagai suatu usaha atau aktivitas untuk melakukan perubahan berbagai aspek pada individu yang belajar, melalui kegiatan-kegiatan yang melibatkan berbagai proses, pemahaman, konsep, latihan, menemukan dan bekerja sama.

3.     Pengertian Mengajar
      Menurut Purwadarminta (1990) berpendapat bahwa mengajar adalah mengerti, memberi instruksi kepada murid. Pandangan lain tentang mengajar dapat dilihat dari sudut siswa yang belajar. Mengajar adalah membimbing kegiatan siswa belajar (Sudjana,1989). Dengan demikian mengajar adalah mengatur dan mengorganisasi lingkungan yang ada disekitar siswa sehingga dapat mendorong dan menumbuhkan minat siswa untuk melakukan kegiatan belajar.
Menurut Sanjaya (2006), asumsi yang mendasari pembelajaran berpikir adalah bahwa pengetahuan itu tidak datang dari luar, akan tetapi dibentuk oleh individu itu sendiri dalam struktur kognitif yang dimilikinya. Atas dasar asumsi itulah pembelajaran berpikir memandang bahwa mengajar itu bukanlah memindahkan pengetahuan dari guru pada siswa, melainkan suatui aktivitas yang memungkinkan siswa dapat membangun sendiri pengetahuannya. Atau mengajar adalah berpartisipasi dengan siswa dalam membentuk pengetahuan, membuat makna, mencari kejelasan, bersikap kritis, dan mengadakan justifikasi.
La costa (dalam Sanjaya, 2006), mengklasifikasikan mengajar berpikir menjadi tiga, yaitu (i) teaching of thinking adalah proses pembelajaran yang diarahkan untuk pembentukan keterampilan mental tertentu, misalnya keterampilan berpikir kritis, berpikir kreatif dan lain sebagainya, (ii) teaching for thinking adalah proses pembelajaran yang diarahkan pada usaha menciptakan lingkungan belajar yang dapat mendorong terhadap pengembangan kognitif. Jenis pembelajaran ini lebih menitikberatkan kepada proses menciptakan situasi dan lingkungan tertentu, contohnya menciptakan suasana keterbukaan yang demokratis, menciptakan iklan yang menyenangkan sehingga memungkinkan siswa dapat berkembang secara optimal, (iii) teaching about thinking adalah pembelajaran yang diarahkan pada upaya untuk membantu agar siswa lebih sadar terhadap proses berpikirnya. Jenis pembelajaran ini lebih menekankan kepada metodologi yang digunakan dalam proses pembelajaran.
      Mengajar pada dasarnya merupakan suatu usaha menciptakan kondisi atau sistem lingkungan yang mendukung dan memungkinkan untuk berlangsunganya proses mengajar. Mengajar adalah menyampaikan pengetahuan pada anak didik. Mengajar juga diartikan sebagai suatu aktivitas mengorganisir atau mengatur lingkungan sebaik-baiknya dan menghubungkan dengan anak (Sardiman, 2001).
Menurut Losanov, (1978 dalam De Porter, 2002), bahwa belajar mengajar adalah proses yang kompleks. Setiap kata, pikiran, tindakan , dan asosiasi digunakan untuk mencapai hasil belajar. Sejauh ,mana guru mengubah lingkungan , presentasi, dan rancangan pengajaran,sejauh itu pula proses belajar mengajar berlangsung.
      Berdasarkan rumusan tentang pengertian mengajar seperti yang dikemukakan di atas, juga melihat hakekat mengajar sebagai proses, maka dirumuskan bahwa mengajar adalah proses yang dilakukan oleh guru dalam memotivasi kegiatan belajar siswa. Dimana hal ini tidak lepas dari peran guru sebagai pengajar. Bagaimanapun hebatnya kemajuan teknologi, peran guru akan tetap diperlukan. Sanjaya (2006), beberapa peran guru dalam proses pembelajaran, yaitu (i) sebagai sumber belajar, (ii) sebagai fasilitator yaitu memberikan pelayanan untuk memudahkan siswa dalam kegiatan proses pembelajaran, (iii) sebagai pengelola pembelajaran yaitu dapat menciptakan iklam belajar yang memungkinkan siswa dapat belajar secara nyaman, (iv) sebagai demonstrator yaitu berperan untuk mempertunjukkan kepada siswa segala sesuatu yang dapat membuat siswa lebih mengerti dan memahami setiap pesan yang disampaikan, (v) sebagai pembimbing, (vi) sebagai motivator, dan (vii) sebagai evaluator.

4.      LCD
LCD merupakan salah satu jenis proyektor yang digunakan untuk menampilkan video, gambar, atau data dari komputer pada sebuah layar atau sesuatu dengan permukaan datar seperti tembok, dsb. Proyektor jenis ini merupakan jenis yang lebih modern dan merupakan teknologi yang dikembangkan dari jenis sebelumnya dengan fungsi sama yaitu Overhead Projector (OHP) karena pada OHP datanya masih berupa tulisan pada kertas bening. Proyektor LCD biasanya digunakan untuk menampilkan gambar pada presentasi atau perkuliahan, tapi juga bisa digunakan sebagai aplikasi home theater. Untuk menampilkan gambar, proyektor LCD mengirim cahaya dari lampu halide logam yang diteruskan ke dalam prisma yang mana cahaya akan tersebar pada tiga panel polysilikon, yaitu komponen warna merah, hijau dan biru pada sinyal video. Proyektor LCD berisi panel cermin yang terpisah satu sama lain. Masing-masing panel terdiri dari dua pelat cermin yang di antara keduanya terdapat liquid crystal. Ketika terdapat perintah atau instruksi, kristal akan membuka untuk membolehkan cahaya lewat atau menutup untuk mem-block cahaya tersebut Membuka dan menutupnya pixel ini yang bisa membentuk gambar. Lampu yang digunakan pada proyektor LCD adalah lampu halide logam karena menghasilkan suhu warna yang ideal dan spektrum warna yang luas. Lampu ini juga memiliki kemampuan untuk memproduksi cahaya dalam juga sangat besar dalam area kecil dengan arus proyektor sekitar 2.000-15.000 ANSI lumens. Indonesia termasuk salah satu negara tujuan pasar proyektor LCD ini. Berbagai perusahaan proyektor LCD memasarkan produk mereka seperti Sony dan Sanyo. Produk proyektor LCD yang mereka tawarkan beragam mulai dari yang hemat energi sampai model terbaru yang lebih kecil dan ringan.

5.     Permukaan Layar Proyeksi LCD

                        Karena menggunakan lampu halide logam kecil dan kemampuannya untuk dapat memproyeksikan gambar pada setiap permukaan datar, proyektor LCD cenderung memiliki ukuran kecil dan lebih mudah dibawa-bawa daripada jenis proyektor lain. Untuk mendapatkan tampilan gambar yang bagus, permukaan atau surface yang biasa digunakan permukaan warna putih, abu-abu, atau hitam. Penerimaan warna dalam pemroyeksian gambar tergantung permukaan proyeksi dan kualitas proyektor. Warna yang paling sering digunakan dan dipilih sebagai permukaan proyeksi adalah warna putih karena dianggap warna paling netral dan lebih natural sehingga biasa digunakan pada lingkungan sekolah dan bisnis untuk presentasi. Bagaimanapun, gelap atau terangnya hasil proyeksi suatu gambar tergantung seberapa gelap layar tersebut. Karena itu, beberapa presentator lebih memilih menggunakan layar abu-abu yang mana lebih membentuk warna yang lebih kontras. Background yang lebih gelap dapat mengalihkan sifat warna dari yang seharusnya. Persoalan warna terkadang dapat diatur melalui pengaturan proyektor, tetapi mungkin tidak seakurat pada background putih.

6.     Cara Kerja LCD

Proyektor LCD bekerja berdasarkan prinsip pembiasan cahaya yang dihasilkan oleh panel-panel LCD. Panel ini dibuat terpisah berdasarkan warna-warna dasar, merah, hijau dan biru (R-G-B) sehingga terdapat tiga panel LCD dalam sebuah proyektor. Warna gambar yang dikeluarkan oleh proyektor merupakan hasil pembiasan dari panel-panel LCDtersebut yang telah disatukan oleh sebuah prisma khusus. Gambar yang telah disatukan tersebut kemudian dilewatkan melalui lensa dan dijatuhkan pada layar sehingga dapat dilihat sebagai gambar utuh. Gambar yang dihasilkan proyektor LCD memiliki kedalaman warna yang baik karena warna yang dihasilkan olah panel LCD langsung dibiaskan lensa ke layar. Selain itu gambar pada proyektor LCD juga lebih tajam dibandingkan dengan hasil gambar proyektor DLP. Kelebihan lain dari LCD adalah penggunaan cahaya yang lebih efisien sehingga dapat memproduksi “ansi lumens” yang lebih tinggi dibandingkan proyektor dengan teknologi DLP. Sedangkan kelemahan teknologi LCD adalah besar piksel yang terlihat jelas di gambar ini yang menyebabkan teknologi LCD kurang cocok untuk memutar film karena akan terasa seperti melihat film dari balik mata yang terhalang selaput katarak.
7.     Hipotesis Penelitian atau Tindakan
Hipotesis dalam penelitian ini adalah
Ha : “Ada Dampak Penggunaan LCD  Terhadap Proses Belajar Mengajar di Kelas XII   IPA 1 SMA Negeri 1 Palopo”.
Ho : “ Tidak Ada Dampak Penggunaan LCD  Terhadap Proses Belajar Mengajar di Kelas XII   IPA 1 SMA Negeri 1 Palopo”.









BAB III
METODE PENELITIAN

A.   Tempat dan Waktu Penelitian
      Penelitian ini dilakukan di SMA 1 Palopo yang beralamat di Jalan Tembus    Barepan, Cawas, Klaten dan dilakukan pada Siswa Kelas XII IPA Tahun Ajaran 2012/2013. Pelaksanaan penelitian ini dimulai pada tanggal 28 Februari 2013 pada pukul 10.00 – 13.00.

B.   Variabel Penelitian
Menurut Suharsimi Arikunto (2006: 118) “Variabel adalah objek penelitian, atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian”. Variabel penelitian dapat dibedakan menurut kedudukan dan jenisnya yaitu variabel terikat dan variabel bebas. Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi oleh variabel bebas. Variabel tersebut adalah:
1. Variabel Terikat (Dependent variable) yaitu Proses Belajar Mengajar di Kelas XII IPA           1 Palopo
2. Variabel Bebas (Independent variable) meliputi Dampak Penggunaan LCD

C. Teknik Pengumpulan Data
             1. Angket (kuesioner)
            Menurut Sugiyono (2010: 199) mengemukakan bahwa “Kuesioner
                      merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi                     seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya”. Metode angket digunakan untuk mengungkapkan data Dampak Pengguaan LCD Terhadap Proses Belajar Mengajar

 2. Dokumentasi
                        Suharsimi Arikunto (2006:231) mengemukakan bahwa “Dokumentasi yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, legger, agenda, dan sebagainya”. Dokumentasi dalam penelitian ini dilakukan untuk mengumpulkan data Dampak Penggunaan LCD terhadap Proses Belajar Mengajar di Kelas XII IPA 1 SMA Negeri 1 Palopo tahun ajaran 2012/2013.

3.  Wawancara
      Wawancara adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh pewanwancara untuk memperoleh informasi dari terwawancara. Metode ini penulis gunakan untuk mengetahui dampak pengunaan LCD terhadap roses belajar mengajar terhadap siswa. Wawancara ini dilakukan kepada sebagian 16 siswa kelas XII IPA 1 SMA Negeri 1 Palopo.

























BAB IV
HASIL PENELITIAN


A. Hasil Penelitian
             Dari proses pengumpulan data mengenai dampak penggunaan LCD terhadap proses belajar mengajar di kelas XII IPA 1 diperoleh data dari berbagai responden sebagai berikut :

A.Kesumawardani : Menurut saya manfaat LCD dalam proses belajar mengajar yaitu memperlancar dan mengembangkan kualitas guru dan siswa karena dengan adanya LCD siswa lebih memperhatikan dan lebih jelas mempelajari suatu pelajaran yang menanyangkan suatu gambar atau video.
Arnol               :      Menurut saya, LCD sangat berguna untuk proses belajar mengajar  karena sangat efektif bagi guru yang sudah mempunyai bahan ajar yang dapat langsung dipresentasikan dan sangat mudah bagi guru untuk menjelaskannya bagi siswa.
Brigita               :      Menurut saya pengguaan LCD sangat bermanfaat dalam proses belajar  mengajar terutama saat ada presentase yang akan dimunculkan sehingga semua siswa dapat melihat presentase tersebut.
Dirgah P.           :      LCD sangat membantu dalam proses belajar mengajar dan membuat siswa menjadi tidak menghayal karena adanya animasi yang ditampilkan jadi lebih menarik bagi siswa dan siswa yang tidak mempunyai buku paket dapat dilihat dengan adanya LCD.
Fany                  :      Menurut saya LCD sangat berguna untuk siswa dalam proses belajar mengajar khususnya bagi siswa yang tidak punya buku paket sehingga mereka juga bisa belajar bersama.
Fitriani               :      Menurut saya belajar dengan proses menggunakan LCD berdampak positif bagi siswa. Karena dapat membantu untuk menampilkan contoh atau gambaran materi yang belum dimiliki oleh siswa.
Juventiana         :      Menurut saya LCD sangat berguna untuk proses belajar mengajar karena dengan LCD kita lebih mudah memahami suatu materi pelajaran dan juga dapat menunnjang mutu/kualitas proses belajar mengajar.
Mutawadiyah    :      Materi yang diberiakan guru lebih jelas dan luas dengan adanya LCD. Tapi mempunyai kekurangan yaitu interaksi antara siswa dan guru menjadi kurang baik karena guru hanya terpaku pada materi yang disediakannya saja dan kurang menjelaskan materi kepada siswa, sehingga siswa kurang mengerti atau memahami.
Nadia                :      LCD membantu proses belajar mengajar dengan menampilkan bahan ajar dengan lebih tampak besar.
Nurul                 :      Menurut saya, LCD sangat berguna untuk proses belajar mengajar yang efektif.
Olivia                :      Menurut saya dampak positif dari penggunaan LCD yaitu mempermudah siswa dalam memahami suatu materi pelajaran yang dimiliki guru misalnya pelajaran biologi untuk menampilkan animasi-animasi yang menyangkut pelajaran tersebut.
Sri Handayani   :      Menurut saya, proses belajar mengajar dengan menggunakan LCD sangat bermanfaat karena dapat mempermudah proses belajar mengajar. Selain itu, siswa juga dapat melihat tampilan gambar dan animasi sehingga siswa tidak perlu berkhayal.
Yuliani              :      Menurut saya LCD dapat memperlancar proses belajar mengajar dan tidak membuat kita menghayal tentang apa yang kita pelajari khususnya tentang biologi.                                                                   Sedangkan negatifnya proses interaksi antara guru kurang baik, sehingga siswa kurang mengetahui pelajaran tersebut.
Yulianti             :      Menurut saya proses belajar mengajar dengan menggunakan LCD membuat kita tidak menghayal karena dalam menampilkan bahan ajaran diikutsertakan dengan gambar.











Berdasarkan data tersebut daat dibuat diagram lingkaran sebagai berikut :


                                               Dampak positif yang dikemukakan oleh siswa  sebesar 87%.. Sedangkan dampak negatif sebesar 13 %. Dampak negatif ini disebabkan karena penggunaan LCD mempunyai kekurangan yaitu interaksi antara siswa dan guru menjadi kurang baik karena guru hanya terpaku pada materi yang disediakannya saja dan kurang menjelaskan materi kepada siswa, sehingga siswa kurang mengerti atau memahami. Sedangkan negatifnya proses interaksi antara guru kurang baik, sehingga siswa kurang mengetahui pelajaran tersebut.


Berdasarkan data di atas siswa mengemukakan pendapatnya mengenai dampak positif penggunaan LCD.
v Siswa mengemukakan pendapatnya mengenai persentase yaitu sebesar 42%. Persentase dalam penelitian ini mencakup ketertarikan siswa pada animasi-animasi, gambar, dan video yang ditampilkan oleh guru. Selain itu penggunaan LCD dapat menampilkan tampilan yang dapat diihat oleh siswa dan tampilannya lebih besar dibandingkan tanpa LCD.
v Sedangkan mengenai bahan ajar siswa mengemukakan pendapatnya sebesar 21%. Bahan ajar ini mencakup tidak adanya buku paket yang dimiliki oleh siswa oleh karena itu guru dapat mempersentasikan bahan ajarannya ke siswa yang tidak memiliki buku paket.
v Pendapat siswa mengenai penggunaan LCD dari segi penjelasan guru dan pengertian siswa sebesar 16 %. Dalam hal ini dengan adanya LCD penjelasan yang diberikan guru lebih baik yang dapat lebih mudah dimengerti oleh siswa.
v Sedangkan mengenai pengembangan kualias guru dan mutu pelajaran sebesar 10 %. Siswa berpendapat penggunaan LCD dalam proses belajar mengajar meningkatkan kualitas guru dalam mengetahui cara penggunaan LCD yang benar. Selain itu materi yang dibahas lebih meluas.
v Dari segi keefektifan sebesar 11 %. Siswa berpendapat pengguanan LCD dalam proses belajar mengajar lebih efektif dibandngka tanpa penggunaan LCD.
BAB V
KESIMPULAN dan SARAN

A.  Kesimpulan

1.      Media pembelajaran adalah seperangkat alat bantu atau pelengkap yang
digunakan oleh guru atau pendidik dalam rangka berkomunikasi dengan
            siswa atau siswa.
2.    Manfaat media dalam pembelajaran yaitu:
             (a) dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat    meningkatkan   kualitas proses dan hasil belajar,
             (b) menarik minat siswa sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar,
       (c) dapat mengatasi keterbatasan indera, ruang dan waktu,
             (d) dapat memberikan kesamaan pengalaman dan persepsi kepada siswa,
          (e) pembelajaran akan lebih menarik didukung media pembelajaran yang          inetraktif dan edukatif, sehingga terjadi komunikasi dua arah antara guru dan    siswa.
3. Proses belajar mengajar adalah proses komunikasi, yaitu proses penyampaian pesan dari sumber pesan melalui saluran. Pesan berupa isi ajaran dan didikan yang ada dikurikulum dituangkan oleh guru atau sumber lain ke dalam simbol-simbol komunikasi berupa simbol verbal maupun non verbal.
4.  LCD merupakan salah satu jenis proyektor yang digunakan untuk menampilkan video, gambar, atau data dari komputer pada sebuah layar atau sesuatu dengan permukaan datar seperti tembok, dsb.
5. Proyektor LCD bekerja berdasarkan prinsip pembiasan cahaya yang dihasilkan oleh panel-panel LCD.
6.  Sedangkan kelemahan teknologi LCD adalah besar piksel yang terlihat jelas di gambar ini yang menyebabkan teknologi LCD kurang cocok untuk memutar film karena akan terasa seperti melihat film dari balik mata yang terhalang selaput katarak.
B. Saran

1.      Sebaiknya dalam penggunaan LCD di kelas, interaksi antara siswa dan guru tidak baik, sebaliknya harus lebih intensif.
2.      Sebaiknya siswa dapat lebih mengerti pelajaran yang ditampilkan guru melalui LCD.
3.      Dalam proses belajar mengajar sebaiknya digunakan LCD supaya proses belajt mengajar lebih efektif.




























\

Daftar Pustaka




Sukmadinata, Nana Syaodih. 2006. Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktek. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Syah, Muhibin. 2005. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan  Baru. Bandung: Rosdakarya.

Djamarah, Syaiful Bahri dan Aswan Zain. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta:
Rineka Cipta.




file:///C:/Users/acer/Documents/b.indo/412.php.htm















RIWAYAT HIDUP


Nama                           : Grace Oktavia Soma Kasi’
Anak ke                       : 2 dari 4 bersaudara
Jenis kelamin               : Perempuan
Tempat, tanggal lahir  : Pangkep, 27 Oktober 1995
Agama                         : Kristen Protestan
Alamat                                    : K.H.M Kasim (Lorong Dermawan)
Cita-cita                     : Dokter
Hobby                         : Nonton video, belajar, dan Jalan-jalan
Status                          : Pelajar SMAN 1 PALOPO
Kelas                           : XII IA 1
Nama Orang tua
a.       Ayah               : Yunus
b.      Ibu                   : Hanna Soma
Pekerjaan orang tua
a.     Ayah               : Polisi
b.     Ibu                  : PNS
Riwayat pendidikan   
a.       TK                              : TK Bhayangkari Pangkep    
b.      SD                              : SD Negeri 81 Langkanae
c.       SMP                           : SMP Frater Disamakan Palopo
d.      SMA                          : SMA Negeri 1 Palopo