Kamis, 21 Januari 2016

FARMAKOTERAPI STROKE



MAKALAH STROKE
TUGAS MATA KULIAH FARMAKOTERAPI

      OLEH
  
KELOMPOK : 5
NAMA           : GRACE OKTAVIA (13.01.158)
                        CHRISTIN (13.01.163)
                        MARZUKI (12.01.    )


SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI
MAKASSAR
2015



FARMAKOTERAPI STROKE

A.  Antikoagulan
Antikoagulan digunakan untuk mencegah pembekuan darah dengan jalan menghambat pembentukan atau menghambat beberapa fungsi beberapa faktor pembekuan darah. Atas dasar ini antikoagulan diperlukan untuk mencegah terbentuk dan meluasnya trombus dan emboli, maupun untuk mencegah bekunya darah in vitro pada pemeriksaan laboratorium atau transfusi.
1.      Kumarin
Antikoagulan oral merupakan antagonis vitamin K. Vitamin K ialah kofaktor yang berperan dalam aktivasi faktor pembekuan darah II, VII, IX, X yaitu dalam mengubah residu asam glutamat menjadi residu asam gama-karboksiglutamat. Untuk berfungsi  vitamin K mengalami siklus oksidasi dan reduksi di hati. Antikoagulan oral mencegah reduksi vitamin K teroksidasi sehingga aktivasi faktor-faktor pembekuan darah terganggu.
2.      Warfarin
Warfarin adalah antitrombotik pilihan pertama untuk pencegahan sekunder pada pasien dengan fibrilasi atrial dan perkiraan embolisme dari kardiak.
3.      Apiksaban
Digunakan untuk mencegah dan mengobati pasien dengan tromboembolus vena dan mencegah stroke pada pasien dengan fibrilasi atrium.mekanisme kerjanya yaitu dengan mengambat faktor XA secara langsung.

B.   Antiplatelet / antitrombotik
Antitrombotik adalah obat yang dapat menghambat agregasi trombosit sehingga menyebabkan terhambatnya pembentukan trombus yang terutama sering ditemukan pada sistem arteri.
1.      Aspirin
Aspirin menghambat sintesis tromboksan  A2 (TXA2) di dalam trombosit dan prostasiklin (PGI2) di pembuluh darah dengan menghambat secara ireversibel enzim siklooksigenase (akan tetapi siklooksigenase dapat dibentuk kembali oleh sel endotel). Penghambata enzim siklooksigenase terjadi karena aspirin mengasetilasi enzim tersebut.
2.      Dipiradamol
Dipiradamol menghambat ambilan dan metabolisme adenosin  oleh eritrosit dan sel endotel pembuluh darah, dengan demikian meningkatkan kadarnya dalam plasma. Adenosin menghambat fungsi trombosit dengan merangsang adenilat siklase dan merupaka vasodilator. Dipiradamol juga memperbesar efek antiagregasi prostasiklin.
3.      Klopidogrel
Obat ini sangat mirip dengan tiklopidin dan nampaknya lbih jarang menyebabkan trombositopenia dan leukopenia dibandigkan tiklopidin.
Klopidogrel sebagai antagonis ADP menghambat pengikatan ADP pada reseptor trombositnya secara selektif dan juga aktivasi kompleks reseptor GP-IIb/IIIa yang diperantai oleh ADP (pencegahan adhesi lempeng-lempeng darah). Digunakan untuk profilaksis sekunder terhadap infark otak dan jantung pada pasien yang tidak tahan asam asetilsalisilat atau mendapat serangan baru waktu menggunakan asam asetilsalisilat.

C.   Trombolitik
Trombolitik melarutkan trombus yang sudah terbentuk. Fibrinolitik cepat meliliskan trombus dengan mengkatalis serin protease plasmin dari zimogen prekursornya, plasminogen. Obat golongan ini meciptakatan suatu keadaaan litik generalisata
1.      Alteplase. t-PA manusia diproduksi sebagai alteplase melalui teknologi DNA rekombinan.
2.      Reteplase adalah t-PA manusia rekombinan lainnya yang beberapa sekuens asam aminonya telah dihilangkan. Reteplase lebih murah diprodksi dibandingkan dengan t-PA. Karena tidak memiliki ranah pengikat fibrinutama, spesifitas fibrin reteplase lebih rendah dibandingkan dengan t-PA.

D.   Terapi simtomatis
1.      Demam. Asetaminofen bekerja dengan jalan menghambat sintesis prostaglandin pada SSP. Ini menerangkan efek analgesik dan antipiretiknya. Efeknya kurang terhadap siklooksigenase jaringan perifer, yang mengakibatkan aktivitas antiinflamasinya lemah.

2.      Kejang
Diazepam : diazepam terutama digunakan untuk terapi konvulsi rekuren, misalnya status epileptikus. Diazepam efektif pada bangkitan lena karena menekan 3 gelombang paku dan ombak yang terjadi dalam satu detik.
3.      Hipertensi
ACEI : Menghambat perubahan angiotensin I menjadi angiotensin II sehingga terjadi vasodilatasi dan penurunan sekresi aldosteron. Selain itu, degradasi bradikinin juga dihambat sehingga kadar bradikinin dalam darah meningkat dan berperan dalam efek vasodilatasi ACEI, berjkurangnya aldosteron akan menyebabkan ekskresi air dan natrium dan retensi kalium.
4.      Peningkatan tekanan intrakranial
Diuretik Osmotik : Kemampuan zat ini untuk megangkut air bersama ke dalam cairan tubulus, diuretik osmotik digunakan untuk meningkatkan ekskresi air dariada ekskresi Na+, maka obat-obat ini tidak berguna untuk mengobati retensi Na+.
5.      Hemostatik
Hemostatik ialah zat atau obat ynag digunakan untuk menghentikan perdarahan.
Vitamin K ialah kofaktor yang berperan dalam aktivasi faktor pembekuan darah II, VII, IX, X yaitu dalam mengubah residu asam glutamat menjadi residu asam gama-karboksiglutamat. Untuk berfungsi  vitamin K mengalami siklus oksidasi dan reduksi di hati

E.   Neuroprotektor
1.      Pirasetam
Mekanisme kerjanya :
Pada level neuronal :
-          Berikatan dengan kepala polar phospolipid membran
-          Memperbaiki fluiditas membran sel
-          Memperbaiki neurotransmisi
-          Menstimulasi adenylate kinase yang mengkatalisa konversi ADP menjadi ATP.
Pada level vaskular :
-          Meningkatkan deformabilitas eritrosit, maka aliran darah ke otak meningkat
-          Mengurangi hiperagregasi platelet
-          Memperbaiki mikrosirkulasi

F.    Operasi
1.      Pada stroke iskemik akut; penanganan operasi terbatas. Operasi dekompresi dapat menyelamatkan hidup dalam kasus pembengkakan signifikan yang berhubungan dengan infark serebral.
2.      Pendarahan subarakhnoid disebabkan oleh rusaknya aneurisme intrakranial atau cacat arteriintravena, operasi untuk memotong atau memindahkan pembuluh darah yang abnormal, penting untuk mengurangi kematian dari pendarahan. Keuntungan operasi tidak didokumntasikan dengan baik dalam kasus intraserebral primer.






















DAFTAR PUSTAKA

Jurnal Kardiologi Indonesia vol. 29 no.1.
Katzung, dkk. 2013. Farmakologi Dasar dan Klinik vol.1. EGC, Jakarta.
Katzung, dkk. 2013. Farmakologi Dasar dan Klinik vol.2. EGC, Jakarta.
Mycek, dkk. 2001. Farmakologi Ulasan Bergambar. Widya Medika, Jakarta
Sukandar, dkk. 2012. ISO Farmakoterapi. PT. ISFI Penerbitan, Jakarta.
Syarif, dkk. 2012. Farmakologi Dasar dan Terapi edisi revisi. Badan Penerbit FKUI, Jakarta.